Kita lihat dari daya
tahan (life time) dan
waktu standby maupun
waktu percakapan, kita
bisa memeriksa dan
menguji pada ponsel
dengan menggunakan
power supply dengan
langkah sebagai berikut :
• Saat ponsel anda masih
dalam keadaan mati (off)
inilah ponsel sudah
mengambil arus pada
battery, ini terbukti
dengan jarum ampere
pada power supply
menunjukkan angka 100
mili ampere. Keadaan
seperti ini yang
menyebabkan battery
ponsel boros, sebab
ponsel terus menerus
mengambil arus dari
battery meski ponsel
telah mati.
• Sekarang lepaskan IC
PA terlebih dahulu.
• Lakukan kembali tes
ulang seperti yang
diatas, lihat jarum
ampere apabila diam,
maka bisa dipastikan IC
PA-nya rusak.
• Ganti IC PA dengan
yang baru, lakukan
kembali tes ulang seperti
yang diatas, lihat jarum
ampere, jarum ampere
harus tetap diam.
• Battery anda sudah
tidak boros lagi.
Tuesday, November 3, 2009
tips perbaikan HP yang rusak karena Terjatuh
Problem : Tanpa sengaja
ponsel kita terjatuh,
karena ponsel terjatuh
maka ponsel mati,
setelah itu kita coba
nyalakan kembali ponsel
kita tetapi ponsel tidak
mau nyala kembali alias
mati total.
Prosedur perbaikan :
• Kita tidak boleh
langsung memeriksa dan
menguji ponsel dengan
power supply, hal ini
dimaksudkan untuk
mencegah hubungan
pendek antar komponen
ataupun modul dalam
ponsel. Sebab
kemungkinan besar
setelah ponsel terjatuh
maka letak daripada
komponen ataupun
modul dalam ponsel
berubah dan tidak pada
tempatnya, inilah yang
dikuatirkan bisa
menyebabkan hubungan
pendek antar komponen
ataupun modul dalam
ponsel.
• Jadi terlebih dahulu
ponsel tersebut harus
dibongkar, dipanasi
(diblower), kemudian
kita reposisi kembali
letak atau posisi dari
tiap-tiap komponen
ataupun modul yang
berubah letaknya
sebagai akibat dari
ponsel yang terjatuh
tadi.
• Setelah kita
membongkar, memanasi,
dan mereposisi semua
letak komponen ataupun
modul pada tempatnya
maka barulah kita boleh
menggunakan power
supply untuk memeriksa
dan menguji ponsel kita
apakah kerusakan
terletak pada
softwarenya atau
hardwarenya.
• Kemungkinan besar
komponen yang rusak
sebagai akibat dari
ponsel yang terjatuh tadi
adalah IC PA atau IC
Power.
• Namun jika jarum skala
ampere pada power
supply naik sekitar ± 50
mili ampere saat tombol
'on' pada ponsel ditekan,
berarti kerusakan
terletak pada
softwarenya ponsel. Kita
lakukan program ulang
(flash) pada ponsel sesuai
dengan jenis dan versi
ponsel anda saat ini atau
kita bisa melakukan
proses upgrade versi
software ke versi
software yang lebih
tinggi dari versi ponsel
anda sebelumnya.
• Coba nyalakan ponsel
anda kembali, ponsel
anda pasti nyala.
ponsel kita terjatuh,
karena ponsel terjatuh
maka ponsel mati,
setelah itu kita coba
nyalakan kembali ponsel
kita tetapi ponsel tidak
mau nyala kembali alias
mati total.
Prosedur perbaikan :
• Kita tidak boleh
langsung memeriksa dan
menguji ponsel dengan
power supply, hal ini
dimaksudkan untuk
mencegah hubungan
pendek antar komponen
ataupun modul dalam
ponsel. Sebab
kemungkinan besar
setelah ponsel terjatuh
maka letak daripada
komponen ataupun
modul dalam ponsel
berubah dan tidak pada
tempatnya, inilah yang
dikuatirkan bisa
menyebabkan hubungan
pendek antar komponen
ataupun modul dalam
ponsel.
• Jadi terlebih dahulu
ponsel tersebut harus
dibongkar, dipanasi
(diblower), kemudian
kita reposisi kembali
letak atau posisi dari
tiap-tiap komponen
ataupun modul yang
berubah letaknya
sebagai akibat dari
ponsel yang terjatuh
tadi.
• Setelah kita
membongkar, memanasi,
dan mereposisi semua
letak komponen ataupun
modul pada tempatnya
maka barulah kita boleh
menggunakan power
supply untuk memeriksa
dan menguji ponsel kita
apakah kerusakan
terletak pada
softwarenya atau
hardwarenya.
• Kemungkinan besar
komponen yang rusak
sebagai akibat dari
ponsel yang terjatuh tadi
adalah IC PA atau IC
Power.
• Namun jika jarum skala
ampere pada power
supply naik sekitar ± 50
mili ampere saat tombol
'on' pada ponsel ditekan,
berarti kerusakan
terletak pada
softwarenya ponsel. Kita
lakukan program ulang
(flash) pada ponsel sesuai
dengan jenis dan versi
ponsel anda saat ini atau
kita bisa melakukan
proses upgrade versi
software ke versi
software yang lebih
tinggi dari versi ponsel
anda sebelumnya.
• Coba nyalakan ponsel
anda kembali, ponsel
anda pasti nyala.
cara mudahmemperbaiki hadware dan software pada handphone
Handphone merupakan
salah satu alat
komunikasi. Saat ini
perkembangan
handphone sangatlah
pesat hampir setiap
bulannya selalu keluar
model-model baru dari
setiap merek handphone,
bahkan sepertinya
handphone ini menjadi
sebuah kebutuhan pokok
setiap orang. Namun
disisi lain banyak pula
kerusakan yang terjadi
pada handphone, dan
disisi lain pula kurangnya
teknisi handphone
dilapangan.
Dalam tugas akhir ini,
penulis akan mencoba
menjelaskan bagaiman
cara paling mudah dan
sederhana dalam
menindak lanjuti
kerusakan software dan
hardware pada
handphone, sehingga
kerusakan yang terjadi
tidak menjadi parah
melainkan dapat
teratasi.
Adapun hasil akhir yang
diharapkan dari
perbaikan kerusakan
software dan hardware
pada handphone ini
adalah agar setiap orang
yang mempunyai
handphone mampu
melakukan pertolongan
pertama terhadap
handphonenya sendiri
apabila terjadi
kerusakan, misalnya
kena air, hang,
handphone bisu, dan lain
sebagainya.
Sebab bagi seorang
dokter, kalau sudah tahu
penyakitnya dan
penyebabnya, maka
gampang tinggal dicari
obat yang cocok saja.
Jadi anggap saja, dengan
membaca informasi ini
kita belajar menjadi
dokter handphone.
Setidaknya untuk
handphone sendiri.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan
perkembangan teknologi
modern yang
berkembang sedemikian
pesat, dimana telah di
gunakannya berbagai
perangkat elektronika
untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat
sesuai tuntutan zaman,
hampir setiap saat dan
dimana pun kita barada
selalu berhadapan
dengan hal-hal yang
berbau elektronika.
Dalam dunia kerja,
keterampilan
elektronika sangat bisa
dimanfaatkan karena
masalah elektronika
berkaitan erat dan
menunjang dengan
bidang lainnya seperti
bidang medis,
transportasi, militer, dan
masih banyak lagi. Oleh
karena itu dengan
menguasai ilmu
elektronika berarti
dapat berkecimpung
dalam bidang apapun,
termasuk hal yang saat
ini sedang berkembang
dikalangan masyarakat
adalah perangkat
komunikasi.
Komunikasi pada
dasarnya adalah
pertukaran informasi
antara yang satu dengan
yang lainnya. Informasi
yang dimaksud disini
adalah sinyal suara atau
percakapan.
Dengan kemajuan
teknologi, kemampuan
komunikasi lebih
dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan,
diantaranya adalah
sebuah handphone.
Sistem kerja pada
handphone itu sendiri
adalah gabungan
berbagai unsur yang
saling berintegrasi yang
dipadukan untuk
mencapai suatu sasaran
yang menyeluruh.
handphone adalah suatu
alat elektronik yang
mempunyai beberapa
komponen yang
dirangkai dengan
beberapa rangkaian yang
terintegrasi pada suatu
sistem.
Pada dasarnya
handphone dibagi
menjadi tiga (3) system
yaitu:
1. System basband
( daerah ponsel bagian
bawah ).
Pada system ini terdapat
beberapa fungsi
diantaranya :
a. Distribusi power
Berfungsi untuk
melakukan penyebaran,
pembagian, dan
pengaturan power
( voltage ) kebeberapa
komponen. Ini menjadi
tugas penting dari IC
Power yang terdapat
pada Basband.
b. Power UP and Down
Ketika switch on-off
diaktifkan, maka hal
akan mengaktifkan
sinyal menuju IC CPU dan
IC Power yang berada
pada basband.
c. Control Audio
Suatu bagian yang
bertugas mengontrol
fungsi – fungsi audio,
seperti mic dan speaker
baik eksternal maupun
internal.
d. Memori
Bagian pada basband
yang menyimpan data –
data program yang
terdiri dari MCU, PPM,
dan EEPROM.
2. System RF.
Suatu system yang
berhubungan dengan
radio frequensi dan
proses penerimaan,
pengolahan dan
pengiriman sinyal, terdiri
dari :
a. System penerima /
Receiver ( RF )
Suatu bagian yang terdiri
dari antenna, switch
antenna, RF signal
processor, beberapa
komponen filter dan
penguat yang berfungsi
sebagai penerima sinyal.
b. System pengirim /
Transmitter ( TX )
Suatu bagian yang
berfungsi pengirim sinyal
yang terdiri dari RF
signal processor,
beberapa komponen
filter, penguat PA, switch
antenna dan antenna.
c. Pembangkit frequensi
Suatu pembangkit
frequensi dan pembuat
frequensi yang terdiri
dari VCO, Crystal
Oscillator, dan RF signal
processor.
3. System UI ( User
Interface ).
Suatu system yang
berhubungan langsung
dengan pamakai
handphone baik dengan
melihat (tampilan dan
cahaya), mendengar
secara langsung (dering)
maupun menyentuhnya
(menekan dan
bergetarnya),
diantaranya :
a. LCD (sebagai tampilan
layer),
b. Kipet,
c. Power key (Switch on-
off),
d. Sistem pencahayaan,
e. UI switch (terdiri dari
control Led, control
buzzer, getar)
mengontrol led menyala
dan mati, mengatur
kapan dering harus
bunyi, dan mengontrol
kapan vibrator harus
bergetar dan diam.
Rangkaian TX dan RX
terdiri dari 5 bagian,
yang masing – masing
mempunyai fungsi
tersendiri.
1. Antenna,
2. Switch antenna,
3. IC PA ( power
amplifier),
4. IC IF (IC Haggar),
5. IC Audio (IC Cobba).
Namun disisi lain
handphone sangat
sensitive dengan kata
lain sering terjadi
kerusakan baik dari
software, hardware,
maupun software dan
hardware.
Oleh sebab itu
berdasarkan uraian
diatas, penulis
mengambil judul “CARA
MUDAH MEMPERBAIKI
KERUSAKAN SOFTWARE
DAN HARDWARE PADA
HANDPHONE “.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang permasalahan
diatas, maka dapat
dikemukakan masalah-
masalah yang ada
adalah:
a. Bagaimana cara
menjalankan program
flashnya ?
b. Apa saja alat yang
dibutuhkan untuk
memperbaiki kerusakan
hardware atau
software ?
c. Bagaimana langkah-
langkah dalam
memperbaiki kerusakan
yang terjadi pada
software atau
hardware ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian
ini adalah :
a. Mampu untuk
menjalankan program
flash.
b. Mampu melakukan
perbaikan pada
handphone yang rusak
pada software atau
hardware bahkan
handphone yang mati.
c. Penelitian yang telah
dilakukan ini dapat
dibuat modul untuk
keperluan praktikum.
1.4 Pembatasan Masalah
Untuk lebih fokus dalam
penyelesaian masalah ini,
penulis mencoba
membatasi pembahasan
pemecahan masalah agar
lebih terarah,
memperbaiki kerusakan
software dan hardware
pada hendphone ini
hanya pada perbaikan
kerusakan pada software
dan hardware.
Perangkat yang
digunakan untuk
perbaikan software
adalah menggunakan
UFS 3 Tornado dengan
tujuan agar dapat
dipakai oleh semua jenis
handphone.
1.5 Sistematika Penulisan
Laporan
Sistematika penulisan
laporan yang dipakai
dalam penyusunan Tugas
Akhir ini meliputi tahap-
tahap sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan
bagian awal yang terdiri
dari latar belakang
masalah, perumusan
masalah, tujuan
penelitian, batasan
masalah, dan sistematika
penulisan dari tugas
akhir.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tinjauan
pustaka atau teori-teori
yang relevan dan terkait
yaitu sebagai dasar
argumentasi dalam
mengkaji persoalan
untuk mendapatkan
jawaban yang dapat
diandalkan. Tinjauan
pustaka memuat hal-hal
seperti deskripsi teoritis,
kerangka berfikir
tentang kaitan variabel
yang terlibat dalam
penelitian yang
digunakan.
BAB III METODOLOGI
PENELITIAN
Bab ini memuat langkah-
langkah yang akan
dipergunakan untuk
menyelesaikan masalah,
meliputi identifikasi
masalah dan tujuan
pemecahan masalah,
pengumpulan dan
pengolahan data.
BAB IV PEGUMPULAN
DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisikan
kumpulan data yang
berkaitan dengan hasil
penelitian terhadap
objek yang diteliti dalam
tugas akhir, serta
pengolahan data.
BAB V ANALISA DAN
PEMBAHASAN
Menampilkan hasil
pengetesan kerusakan
kinerja sistem dan
perbaikan pada sistem
secara keseluruhan.
BAB VI KESIMPULAN DAN
SARAN
Pada bab terakhir ini
berisi kesimpulan secara
keseluruhan pelaksanaan
tugas akhir yang dibahas
berdasarkan
pengamatan terhadap
gejala yang terjadi
permasalahan dan saran
yang berkaitan dengan
pengembangan sistem
sehingga menjadi lebih
baik dimasa yang akan
datang.
POSTED BY APA AJJA BISA
salah satu alat
komunikasi. Saat ini
perkembangan
handphone sangatlah
pesat hampir setiap
bulannya selalu keluar
model-model baru dari
setiap merek handphone,
bahkan sepertinya
handphone ini menjadi
sebuah kebutuhan pokok
setiap orang. Namun
disisi lain banyak pula
kerusakan yang terjadi
pada handphone, dan
disisi lain pula kurangnya
teknisi handphone
dilapangan.
Dalam tugas akhir ini,
penulis akan mencoba
menjelaskan bagaiman
cara paling mudah dan
sederhana dalam
menindak lanjuti
kerusakan software dan
hardware pada
handphone, sehingga
kerusakan yang terjadi
tidak menjadi parah
melainkan dapat
teratasi.
Adapun hasil akhir yang
diharapkan dari
perbaikan kerusakan
software dan hardware
pada handphone ini
adalah agar setiap orang
yang mempunyai
handphone mampu
melakukan pertolongan
pertama terhadap
handphonenya sendiri
apabila terjadi
kerusakan, misalnya
kena air, hang,
handphone bisu, dan lain
sebagainya.
Sebab bagi seorang
dokter, kalau sudah tahu
penyakitnya dan
penyebabnya, maka
gampang tinggal dicari
obat yang cocok saja.
Jadi anggap saja, dengan
membaca informasi ini
kita belajar menjadi
dokter handphone.
Setidaknya untuk
handphone sendiri.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan
perkembangan teknologi
modern yang
berkembang sedemikian
pesat, dimana telah di
gunakannya berbagai
perangkat elektronika
untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat
sesuai tuntutan zaman,
hampir setiap saat dan
dimana pun kita barada
selalu berhadapan
dengan hal-hal yang
berbau elektronika.
Dalam dunia kerja,
keterampilan
elektronika sangat bisa
dimanfaatkan karena
masalah elektronika
berkaitan erat dan
menunjang dengan
bidang lainnya seperti
bidang medis,
transportasi, militer, dan
masih banyak lagi. Oleh
karena itu dengan
menguasai ilmu
elektronika berarti
dapat berkecimpung
dalam bidang apapun,
termasuk hal yang saat
ini sedang berkembang
dikalangan masyarakat
adalah perangkat
komunikasi.
Komunikasi pada
dasarnya adalah
pertukaran informasi
antara yang satu dengan
yang lainnya. Informasi
yang dimaksud disini
adalah sinyal suara atau
percakapan.
Dengan kemajuan
teknologi, kemampuan
komunikasi lebih
dikembangkan untuk
memenuhi kebutuhan,
diantaranya adalah
sebuah handphone.
Sistem kerja pada
handphone itu sendiri
adalah gabungan
berbagai unsur yang
saling berintegrasi yang
dipadukan untuk
mencapai suatu sasaran
yang menyeluruh.
handphone adalah suatu
alat elektronik yang
mempunyai beberapa
komponen yang
dirangkai dengan
beberapa rangkaian yang
terintegrasi pada suatu
sistem.
Pada dasarnya
handphone dibagi
menjadi tiga (3) system
yaitu:
1. System basband
( daerah ponsel bagian
bawah ).
Pada system ini terdapat
beberapa fungsi
diantaranya :
a. Distribusi power
Berfungsi untuk
melakukan penyebaran,
pembagian, dan
pengaturan power
( voltage ) kebeberapa
komponen. Ini menjadi
tugas penting dari IC
Power yang terdapat
pada Basband.
b. Power UP and Down
Ketika switch on-off
diaktifkan, maka hal
akan mengaktifkan
sinyal menuju IC CPU dan
IC Power yang berada
pada basband.
c. Control Audio
Suatu bagian yang
bertugas mengontrol
fungsi – fungsi audio,
seperti mic dan speaker
baik eksternal maupun
internal.
d. Memori
Bagian pada basband
yang menyimpan data –
data program yang
terdiri dari MCU, PPM,
dan EEPROM.
2. System RF.
Suatu system yang
berhubungan dengan
radio frequensi dan
proses penerimaan,
pengolahan dan
pengiriman sinyal, terdiri
dari :
a. System penerima /
Receiver ( RF )
Suatu bagian yang terdiri
dari antenna, switch
antenna, RF signal
processor, beberapa
komponen filter dan
penguat yang berfungsi
sebagai penerima sinyal.
b. System pengirim /
Transmitter ( TX )
Suatu bagian yang
berfungsi pengirim sinyal
yang terdiri dari RF
signal processor,
beberapa komponen
filter, penguat PA, switch
antenna dan antenna.
c. Pembangkit frequensi
Suatu pembangkit
frequensi dan pembuat
frequensi yang terdiri
dari VCO, Crystal
Oscillator, dan RF signal
processor.
3. System UI ( User
Interface ).
Suatu system yang
berhubungan langsung
dengan pamakai
handphone baik dengan
melihat (tampilan dan
cahaya), mendengar
secara langsung (dering)
maupun menyentuhnya
(menekan dan
bergetarnya),
diantaranya :
a. LCD (sebagai tampilan
layer),
b. Kipet,
c. Power key (Switch on-
off),
d. Sistem pencahayaan,
e. UI switch (terdiri dari
control Led, control
buzzer, getar)
mengontrol led menyala
dan mati, mengatur
kapan dering harus
bunyi, dan mengontrol
kapan vibrator harus
bergetar dan diam.
Rangkaian TX dan RX
terdiri dari 5 bagian,
yang masing – masing
mempunyai fungsi
tersendiri.
1. Antenna,
2. Switch antenna,
3. IC PA ( power
amplifier),
4. IC IF (IC Haggar),
5. IC Audio (IC Cobba).
Namun disisi lain
handphone sangat
sensitive dengan kata
lain sering terjadi
kerusakan baik dari
software, hardware,
maupun software dan
hardware.
Oleh sebab itu
berdasarkan uraian
diatas, penulis
mengambil judul “CARA
MUDAH MEMPERBAIKI
KERUSAKAN SOFTWARE
DAN HARDWARE PADA
HANDPHONE “.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar
belakang permasalahan
diatas, maka dapat
dikemukakan masalah-
masalah yang ada
adalah:
a. Bagaimana cara
menjalankan program
flashnya ?
b. Apa saja alat yang
dibutuhkan untuk
memperbaiki kerusakan
hardware atau
software ?
c. Bagaimana langkah-
langkah dalam
memperbaiki kerusakan
yang terjadi pada
software atau
hardware ?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian
ini adalah :
a. Mampu untuk
menjalankan program
flash.
b. Mampu melakukan
perbaikan pada
handphone yang rusak
pada software atau
hardware bahkan
handphone yang mati.
c. Penelitian yang telah
dilakukan ini dapat
dibuat modul untuk
keperluan praktikum.
1.4 Pembatasan Masalah
Untuk lebih fokus dalam
penyelesaian masalah ini,
penulis mencoba
membatasi pembahasan
pemecahan masalah agar
lebih terarah,
memperbaiki kerusakan
software dan hardware
pada hendphone ini
hanya pada perbaikan
kerusakan pada software
dan hardware.
Perangkat yang
digunakan untuk
perbaikan software
adalah menggunakan
UFS 3 Tornado dengan
tujuan agar dapat
dipakai oleh semua jenis
handphone.
1.5 Sistematika Penulisan
Laporan
Sistematika penulisan
laporan yang dipakai
dalam penyusunan Tugas
Akhir ini meliputi tahap-
tahap sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini merupakan
bagian awal yang terdiri
dari latar belakang
masalah, perumusan
masalah, tujuan
penelitian, batasan
masalah, dan sistematika
penulisan dari tugas
akhir.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisi tinjauan
pustaka atau teori-teori
yang relevan dan terkait
yaitu sebagai dasar
argumentasi dalam
mengkaji persoalan
untuk mendapatkan
jawaban yang dapat
diandalkan. Tinjauan
pustaka memuat hal-hal
seperti deskripsi teoritis,
kerangka berfikir
tentang kaitan variabel
yang terlibat dalam
penelitian yang
digunakan.
BAB III METODOLOGI
PENELITIAN
Bab ini memuat langkah-
langkah yang akan
dipergunakan untuk
menyelesaikan masalah,
meliputi identifikasi
masalah dan tujuan
pemecahan masalah,
pengumpulan dan
pengolahan data.
BAB IV PEGUMPULAN
DAN PENGOLAHAN DATA
Bab ini berisikan
kumpulan data yang
berkaitan dengan hasil
penelitian terhadap
objek yang diteliti dalam
tugas akhir, serta
pengolahan data.
BAB V ANALISA DAN
PEMBAHASAN
Menampilkan hasil
pengetesan kerusakan
kinerja sistem dan
perbaikan pada sistem
secara keseluruhan.
BAB VI KESIMPULAN DAN
SARAN
Pada bab terakhir ini
berisi kesimpulan secara
keseluruhan pelaksanaan
tugas akhir yang dibahas
berdasarkan
pengamatan terhadap
gejala yang terjadi
permasalahan dan saran
yang berkaitan dengan
pengembangan sistem
sehingga menjadi lebih
baik dimasa yang akan
datang.
POSTED BY APA AJJA BISA
HP Mati Sendiri
Problem: Pada kasus ini,
ponsel kita tiba-tiba saja
mati (auto power-off)
tanpa kita ketahui dan
kita ingini.
Prosedur perbaikan:
• Pertama kali kita uji
terlebih dahulu battery
kita apakah masih baik.
Lepaskan battery yang
lama, kita uji dengan
menggunakan
multitester, apabila
dalam pengujian
ternyata battery sudah
rusak, maka gantilah
dengan bat¬tery yang
baru, tetapi bila battery
masih baik, pasangkan
kembali battery yang
lama pada ponsel, lalu
coba hidupkan ponsel.
• Periksalah juga
konektor daripada
battery, lihat apakah ada
karat pada kuningan
konektor battery yang
juga bisa sebagai
penghambat (isolator)
Dari battery pada ponsel,
juga uji tingkat
kelenturan dari konektor
batry tersebut dengan
cara menekan-nekan
konektor battery-nya,
jika tingkat
kelenturannya kita rasa
sudah tidak normal atau
rusak, maka kita perlu
mengganti konektor
battery ini. Sebab
dengan konektor battery
yang sudah tidak normal
atau rusak maka posisi
battery pada ponsel
tidak terkunci dan sudah
berubah-ubah saat kita
membawa ponsel.
Dengan posisi battery
yang sudah berubah-
ubah inilah yang
mengakibatkan
terputusnya koneksitas
arus dari battery menuju
ponsel yang
mengakibatkan ponsel
mati dengan sen¬dirinya
(auto power-off).
• Setelah kita uji battery
dan konektornya tidak
ada masalah pada
ke¬duanya, maka
selanjutnya kita coba isi
ulang (charge) battery
pada ponsel, apabila
indikator proses isi ulang
(charge) battery tampil
pada layar ponsel tetapi
ponsel tetap tidak bisa
dinyalakan, maka dengan
pasti kita mengetahui
penyebab dari ponsel
tidak bisa dinyalakan
tadi adalah karena
gangguan dari IC PA-nya.
• Lepaskan IC PA pada
ponsel anda, lalu coba
ponsel anda dinyalakan
kembali, ponsel anda
pasti bisa nyala, maka
supaya ponsel anda ada
sinyalnya harus
dipasangkan kembali IC
PA yang baru.
• Namun bila saat kita isi
ulang (battery) pada
ponsel dan indikator
proses isi ulang (charge)
battery tidak tampil
pada layar ponsel, juga
waktu ponsel di nyalakan
ponsel tidak mau nyala,
maka kita perlu
melakukan pemeriksaan
dan pengujian lebih
lanjut dengan
menggunakan power
supply (PS). Namun pada
kasus tertentu ada juga
kemungkinan terdapat
timah yang jelek atau
penyolderan yang kurang
baik kaki-kaki IC PA pada
PCB (koneksitas dari IC
PA pada PCB terganggu
atau terputus). Solusinya
kita cabut IC PA pada
PCB-nya terlebih dahulu,
lalu bersihkan timah-
timah pada PCB dimana
IC PA tersebut menempel
dengan cairan pembersih
IPA, rapikan kembali
timah¬-timah pada kaki-
kaki IC PA, pasang
kembali IC PA yang lama,
nyalakan ponsel, maka
ponsel pasti nyala
kembali.
• Selanjutnya kita
memeriksa dan menguji
ponsel dengan
menggunakan power
supply (PS), perlu diingat
power supply yang akan
kita gunakan untuk
memeriksa dan menguji
ponsel haruslah
mempunyai skala ampere
sebesar I ( satu) ampere
atau 1000 (seribu) mili
ampere, hal ini
dimaksudkan supaya
membaca hasil
pemeriksaan dan
pengujian lebih mudah
dan jelas karena
sensitifitas yang cukup
dari power supply (PS) itu
sendiri.
• Pasangkan kabel dari
power supply (PS) ke
konektor battery pada
ponsel kita dengan
urutan sebagai berikut :
warna hitam kabel
power supply ke kutub
negatif konektor
battery, warna hijau
kabel power supply ke
kutub BSI (Battery
System Information)
konektor battery, warna
kuning kabel power
supply ke kutub
temperatur konektor
battery, dan warna
merah kabel power
supply ke kutub positif
konektor battery. Perlu
diingat bahwa dalam
menghubungkan antara
ponsel dengan power
supply diperlukan
minimal 3 kabel
• Biasakan sebelum
power supply dinyalakan,
jangan lupa arahkan
terlebih dahulu tegangan
(volt) power supply pada
0 V, hal ini bertujuan
untuk mencegah
kelalaian kita
memberikan tegangan
(volt) yang terlalu besar
pada ponsel yang hanya
mengakibatkan ponsel
kita bertambah parah
kerusakannya
• Setelah itu barulah kita
boleh mengarahkan
tegangan (volt) pada
po¬wer supply ke 3,6 V,
disini karena kita
memakai ponsel Nokia
3310 dimana tegangan
yang dibutuhkan adalah
3,6 V, apabila ponsel
yang anda periksa dan uji
bukan Nokia 3310, maka
perlu disesuaikan
tegangan (volt) yang
dibutuhkan ponsel,
dengan toleransi
hanyalah 0,5 V. lebih dari
toleransi itu akan
mengakibatkan ponsel
anda rusak.
• Saat ponsel dalam
keadaan mati (off), lalu
tekan tombol 'on' pada
ponsel untuk menyalakan
ponsel. Lihatlah jarum
ampere pada power
supply pada saat tombol
'on' pada ponsel ditekan,
jika jarum ampere diam
saja tidak bergerak
berarti problem terletak
pada hardwarenya
ponsel. Untuk problem
hardware perlu
dilakukan pemeriksaan
dan pengujian dari modul
'on/off sampai pada
battery ponsel itu
sendiri.
• Lihatlah jarum ampere
pada power supply pada
saat tombol 'on' pada
ponsel ditekan, jika
jarum ampere naik
sekitar ± 50 mili ampere
berarti problem terletak
pada software ponsel.
Yang perlu kita lakukan
adalah ponsel tersebut
diprogram ulang (flash)
sesuai dengan jenis dan
versi ponsel saat ini atau
kita bisa melakukan
proses upgrade versi
software ponsel kita ke
versi software yang lebih
tinggi dari versi
sebelumnya.
• Nyalakan ponsel,
ponsel pasti nyala.
ponsel kita tiba-tiba saja
mati (auto power-off)
tanpa kita ketahui dan
kita ingini.
Prosedur perbaikan:
• Pertama kali kita uji
terlebih dahulu battery
kita apakah masih baik.
Lepaskan battery yang
lama, kita uji dengan
menggunakan
multitester, apabila
dalam pengujian
ternyata battery sudah
rusak, maka gantilah
dengan bat¬tery yang
baru, tetapi bila battery
masih baik, pasangkan
kembali battery yang
lama pada ponsel, lalu
coba hidupkan ponsel.
• Periksalah juga
konektor daripada
battery, lihat apakah ada
karat pada kuningan
konektor battery yang
juga bisa sebagai
penghambat (isolator)
Dari battery pada ponsel,
juga uji tingkat
kelenturan dari konektor
batry tersebut dengan
cara menekan-nekan
konektor battery-nya,
jika tingkat
kelenturannya kita rasa
sudah tidak normal atau
rusak, maka kita perlu
mengganti konektor
battery ini. Sebab
dengan konektor battery
yang sudah tidak normal
atau rusak maka posisi
battery pada ponsel
tidak terkunci dan sudah
berubah-ubah saat kita
membawa ponsel.
Dengan posisi battery
yang sudah berubah-
ubah inilah yang
mengakibatkan
terputusnya koneksitas
arus dari battery menuju
ponsel yang
mengakibatkan ponsel
mati dengan sen¬dirinya
(auto power-off).
• Setelah kita uji battery
dan konektornya tidak
ada masalah pada
ke¬duanya, maka
selanjutnya kita coba isi
ulang (charge) battery
pada ponsel, apabila
indikator proses isi ulang
(charge) battery tampil
pada layar ponsel tetapi
ponsel tetap tidak bisa
dinyalakan, maka dengan
pasti kita mengetahui
penyebab dari ponsel
tidak bisa dinyalakan
tadi adalah karena
gangguan dari IC PA-nya.
• Lepaskan IC PA pada
ponsel anda, lalu coba
ponsel anda dinyalakan
kembali, ponsel anda
pasti bisa nyala, maka
supaya ponsel anda ada
sinyalnya harus
dipasangkan kembali IC
PA yang baru.
• Namun bila saat kita isi
ulang (battery) pada
ponsel dan indikator
proses isi ulang (charge)
battery tidak tampil
pada layar ponsel, juga
waktu ponsel di nyalakan
ponsel tidak mau nyala,
maka kita perlu
melakukan pemeriksaan
dan pengujian lebih
lanjut dengan
menggunakan power
supply (PS). Namun pada
kasus tertentu ada juga
kemungkinan terdapat
timah yang jelek atau
penyolderan yang kurang
baik kaki-kaki IC PA pada
PCB (koneksitas dari IC
PA pada PCB terganggu
atau terputus). Solusinya
kita cabut IC PA pada
PCB-nya terlebih dahulu,
lalu bersihkan timah-
timah pada PCB dimana
IC PA tersebut menempel
dengan cairan pembersih
IPA, rapikan kembali
timah¬-timah pada kaki-
kaki IC PA, pasang
kembali IC PA yang lama,
nyalakan ponsel, maka
ponsel pasti nyala
kembali.
• Selanjutnya kita
memeriksa dan menguji
ponsel dengan
menggunakan power
supply (PS), perlu diingat
power supply yang akan
kita gunakan untuk
memeriksa dan menguji
ponsel haruslah
mempunyai skala ampere
sebesar I ( satu) ampere
atau 1000 (seribu) mili
ampere, hal ini
dimaksudkan supaya
membaca hasil
pemeriksaan dan
pengujian lebih mudah
dan jelas karena
sensitifitas yang cukup
dari power supply (PS) itu
sendiri.
• Pasangkan kabel dari
power supply (PS) ke
konektor battery pada
ponsel kita dengan
urutan sebagai berikut :
warna hitam kabel
power supply ke kutub
negatif konektor
battery, warna hijau
kabel power supply ke
kutub BSI (Battery
System Information)
konektor battery, warna
kuning kabel power
supply ke kutub
temperatur konektor
battery, dan warna
merah kabel power
supply ke kutub positif
konektor battery. Perlu
diingat bahwa dalam
menghubungkan antara
ponsel dengan power
supply diperlukan
minimal 3 kabel
• Biasakan sebelum
power supply dinyalakan,
jangan lupa arahkan
terlebih dahulu tegangan
(volt) power supply pada
0 V, hal ini bertujuan
untuk mencegah
kelalaian kita
memberikan tegangan
(volt) yang terlalu besar
pada ponsel yang hanya
mengakibatkan ponsel
kita bertambah parah
kerusakannya
• Setelah itu barulah kita
boleh mengarahkan
tegangan (volt) pada
po¬wer supply ke 3,6 V,
disini karena kita
memakai ponsel Nokia
3310 dimana tegangan
yang dibutuhkan adalah
3,6 V, apabila ponsel
yang anda periksa dan uji
bukan Nokia 3310, maka
perlu disesuaikan
tegangan (volt) yang
dibutuhkan ponsel,
dengan toleransi
hanyalah 0,5 V. lebih dari
toleransi itu akan
mengakibatkan ponsel
anda rusak.
• Saat ponsel dalam
keadaan mati (off), lalu
tekan tombol 'on' pada
ponsel untuk menyalakan
ponsel. Lihatlah jarum
ampere pada power
supply pada saat tombol
'on' pada ponsel ditekan,
jika jarum ampere diam
saja tidak bergerak
berarti problem terletak
pada hardwarenya
ponsel. Untuk problem
hardware perlu
dilakukan pemeriksaan
dan pengujian dari modul
'on/off sampai pada
battery ponsel itu
sendiri.
• Lihatlah jarum ampere
pada power supply pada
saat tombol 'on' pada
ponsel ditekan, jika
jarum ampere naik
sekitar ± 50 mili ampere
berarti problem terletak
pada software ponsel.
Yang perlu kita lakukan
adalah ponsel tersebut
diprogram ulang (flash)
sesuai dengan jenis dan
versi ponsel saat ini atau
kita bisa melakukan
proses upgrade versi
software ponsel kita ke
versi software yang lebih
tinggi dari versi
sebelumnya.
• Nyalakan ponsel,
ponsel pasti nyala.
Lampu Ponsel Mati
Ponsel yang tidak ada
nyala lampu ataupun
lampu led tidak menyala,
maka terlebih dahulu
kita perlu melakukan
pemeriksaan dan
pengujian pada
komponen LED beserta
jalurnya terputus atau
tidak. Untuk melakukan
pengetesan kita bisa
melakukan :
• Kita gunakan
multitester manual
dengan skala xl pada
kaki-kaki LED, tetapi
dengan kutub yang
terbalik dengan kabel-
kabel dari multitester
kita, atrtinya : kabel
merah multitester
dihubungkan dengan
kutub negatif dari LED
dan kabel hitam
multitester dihubungkan
dengan kutub positif dari
LED
• Setelah dihubungkan
dengan multitester,
apabila komponen LED
dalam keadaan baik,
maka LED akan langsung
menyala, bila komponen
LED anda rusak, maka
komponen LED tidak bisa
menyala sehingga anda
perlu mengganti LED
anda yang rusak dengan
yang baru
• Jika semua LED yang
ada pada PCB ponsel
anda sudah menyala
semua saat anda periksa
dan uji dengan
menggunakan
multitester namun saat
ponsel anda dinyalakan
tetapi lampu LED tetap
tidak mau menyala maka
periksalah apakah jalur
positif (+) dari battery
menuju lampu LED masih
baik, jika jalurnya
terputus lakukan sistem
jumper pada jalur yang
terputus tersebut
Setelah itu kita periksa
apakah jalur dari IC
Pengontrol (IC UI)
menuju lampu LED juga
masih baik, jika jalur ini
terputus maka lakukan
sistem jumper pada jalur
yang terputus tadi
• Jika komponen maupun
jalur LED keduanya sudah
dalam keadaan baik,
tetapi ponsel tetap tidak
nyala lampu LED, maka
coba periksa dan uji
apakah IC Pengontrol (IC
UI) masih baik, jika
ternyata IC Pengontrol
(IC UI) masih baik maka
cukup panasi saja IC
Pengontrol (IC UI)
dengan menggunakan
blower secara hati-hati
• Apabila ternyata IC UI
anda yang lama sudah
rusak, maka anda perlu
mengganti IC UI ponsel
anda dengan yang baru
• Nyalakan ponsel anda,
maka ponsel anda ada
nyala lampu LED kembali
nyala lampu ataupun
lampu led tidak menyala,
maka terlebih dahulu
kita perlu melakukan
pemeriksaan dan
pengujian pada
komponen LED beserta
jalurnya terputus atau
tidak. Untuk melakukan
pengetesan kita bisa
melakukan :
• Kita gunakan
multitester manual
dengan skala xl pada
kaki-kaki LED, tetapi
dengan kutub yang
terbalik dengan kabel-
kabel dari multitester
kita, atrtinya : kabel
merah multitester
dihubungkan dengan
kutub negatif dari LED
dan kabel hitam
multitester dihubungkan
dengan kutub positif dari
LED
• Setelah dihubungkan
dengan multitester,
apabila komponen LED
dalam keadaan baik,
maka LED akan langsung
menyala, bila komponen
LED anda rusak, maka
komponen LED tidak bisa
menyala sehingga anda
perlu mengganti LED
anda yang rusak dengan
yang baru
• Jika semua LED yang
ada pada PCB ponsel
anda sudah menyala
semua saat anda periksa
dan uji dengan
menggunakan
multitester namun saat
ponsel anda dinyalakan
tetapi lampu LED tetap
tidak mau menyala maka
periksalah apakah jalur
positif (+) dari battery
menuju lampu LED masih
baik, jika jalurnya
terputus lakukan sistem
jumper pada jalur yang
terputus tersebut
Setelah itu kita periksa
apakah jalur dari IC
Pengontrol (IC UI)
menuju lampu LED juga
masih baik, jika jalur ini
terputus maka lakukan
sistem jumper pada jalur
yang terputus tadi
• Jika komponen maupun
jalur LED keduanya sudah
dalam keadaan baik,
tetapi ponsel tetap tidak
nyala lampu LED, maka
coba periksa dan uji
apakah IC Pengontrol (IC
UI) masih baik, jika
ternyata IC Pengontrol
(IC UI) masih baik maka
cukup panasi saja IC
Pengontrol (IC UI)
dengan menggunakan
blower secara hati-hati
• Apabila ternyata IC UI
anda yang lama sudah
rusak, maka anda perlu
mengganti IC UI ponsel
anda dengan yang baru
• Nyalakan ponsel anda,
maka ponsel anda ada
nyala lampu LED kembali
Lampu Ponsel yang Mati
Ponsel yang tidak ada
nyala lampu ataupun
lampu led tidak menyala,
maka terlebih dahulu
kita perlu melakukan
pemeriksaan dan
pengujian pada
komponen LED beserta
jalurnya terputus atau
tidak. Untuk melakukan
pengetesan kita bisa
melakukan :
• Kita gunakan
multitester manual
dengan skala xl pada
kaki-kaki LED, tetapi
dengan kutub yang
terbalik dengan kabel-
kabel dari multitester
kita, atrtinya : kabel
merah multitester
dihubungkan dengan
kutub negatif dari LED
dan kabel hitam
multitester dihubungkan
dengan kutub positif dari
LED
• Setelah dihubungkan
dengan multitester,
apabila komponen LED
dalam keadaan baik,
maka LED akan langsung
menyala, bila komponen
LED anda rusak, maka
komponen LED tidak bisa
menyala sehingga anda
perlu mengganti LED
anda yang rusak dengan
yang baru
• Jika semua LED yang
ada pada PCB ponsel
anda sudah menyala
semua saat anda periksa
dan uji dengan
menggunakan
multitester namun saat
ponsel anda dinyalakan
tetapi lampu LED tetap
tidak mau menyala maka
periksalah apakah jalur
positif (+) dari battery
menuju lampu LED masih
baik, jika jalurnya
terputus lakukan sistem
jumper pada jalur yang
terputus tersebut
Setelah itu kita periksa
apakah jalur dari IC
Pengontrol (IC UI)
menuju lampu LED juga
masih baik, jika jalur ini
terputus maka lakukan
sistem jumper pada jalur
yang terputus tadi
• Jika komponen maupun
jalur LED keduanya sudah
dalam keadaan baik,
tetapi ponsel tetap tidak
nyala lampu LED, maka
coba periksa dan uji
apakah IC Pengontrol (IC
UI) masih baik, jika
ternyata IC Pengontrol
(IC UI) masih baik maka
cukup panasi saja IC
Pengontrol (IC UI)
dengan menggunakan
blower secara hati-hati
• Apabila ternyata IC UI
anda yang lama sudah
rusak, maka anda perlu
mengganti IC UI ponsel
anda dengan yang baru
• Nyalakan ponsel anda,
maka ponsel anda ada
nyala lampu LED kembali
nyala lampu ataupun
lampu led tidak menyala,
maka terlebih dahulu
kita perlu melakukan
pemeriksaan dan
pengujian pada
komponen LED beserta
jalurnya terputus atau
tidak. Untuk melakukan
pengetesan kita bisa
melakukan :
• Kita gunakan
multitester manual
dengan skala xl pada
kaki-kaki LED, tetapi
dengan kutub yang
terbalik dengan kabel-
kabel dari multitester
kita, atrtinya : kabel
merah multitester
dihubungkan dengan
kutub negatif dari LED
dan kabel hitam
multitester dihubungkan
dengan kutub positif dari
LED
• Setelah dihubungkan
dengan multitester,
apabila komponen LED
dalam keadaan baik,
maka LED akan langsung
menyala, bila komponen
LED anda rusak, maka
komponen LED tidak bisa
menyala sehingga anda
perlu mengganti LED
anda yang rusak dengan
yang baru
• Jika semua LED yang
ada pada PCB ponsel
anda sudah menyala
semua saat anda periksa
dan uji dengan
menggunakan
multitester namun saat
ponsel anda dinyalakan
tetapi lampu LED tetap
tidak mau menyala maka
periksalah apakah jalur
positif (+) dari battery
menuju lampu LED masih
baik, jika jalurnya
terputus lakukan sistem
jumper pada jalur yang
terputus tersebut
Setelah itu kita periksa
apakah jalur dari IC
Pengontrol (IC UI)
menuju lampu LED juga
masih baik, jika jalur ini
terputus maka lakukan
sistem jumper pada jalur
yang terputus tadi
• Jika komponen maupun
jalur LED keduanya sudah
dalam keadaan baik,
tetapi ponsel tetap tidak
nyala lampu LED, maka
coba periksa dan uji
apakah IC Pengontrol (IC
UI) masih baik, jika
ternyata IC Pengontrol
(IC UI) masih baik maka
cukup panasi saja IC
Pengontrol (IC UI)
dengan menggunakan
blower secara hati-hati
• Apabila ternyata IC UI
anda yang lama sudah
rusak, maka anda perlu
mengganti IC UI ponsel
anda dengan yang baru
• Nyalakan ponsel anda,
maka ponsel anda ada
nyala lampu LED kembali
Panduan Dasar Menjadi Montir RADIO-TAPE/TV/Monitor/VCD/DVD
“Helo pengunjung setia
situs saya, pada tutorial
ini, saya ingin membuka
wawasan Anda bahwa
jika Anda tertarik untuk
menjadi montir,
sangatlah mudah, jika
Anda berminat untuk
mengisi waktu kosong
atau memberdayakan
generasi muda yang
sedang “nganggur” di
lingkungan Anda.”
Yang dibutuhkan untuk
menjadi montir tidak
terlalu mahal, yaitu:
Solder kualitas baik,
kalau bisa yang
berbentuk tembakan dan
tatakannya
Penyedot timah kualitas
baik,biasanya yang
panjang
Timah solder kualitas
baik, misal merek
pancing
Multitester analog/
digital
Beberapa buku
elektronika dasar dan
digital/reparasi
Komponen-komponen
utama seperti resistor
1/4W hingga 10W,
kapasitor tegangan
tinggi, transistor
penguat standar buat
monitor/TV, IC-IC
amplifier, transistor
standar. Kalau ada dana
lebih, anda koleksi
komponen total sekitar 1
jt juga ok, buat stok.
Kesabaran dan hoby.
Daripada Anda bawa ke
tukang montir bayar
75-300rb, mending anda
coba perbaiki sendiri
dulu, bener gak Coy.
PRINSIP MEMPERBAIKI
PERANGKAT
ELEKTRONIKA
1. Mencari tahu kerusakan
pada fuse/catu daya,
transistor, resistor, ic
atau kapasitor dengan
cara mengukurnya
2. Mengganti komponen
yang rusak tersebut.
3. Mentuning/mengetes
atau mengoptimalkan
hasil (misal memutar
trimpot, fokus pada
flyback dll)
MENGUKUR komponen
Untuk mengukur nilai
resistansi resistor :
1. Tempelkan 2 buah pin
multitester ke kedua
kaki resistor, baik yang
belum disolder di PCB
ataupun yang telah
disolder di PCB.
2. lihat nilai yang
ditunjukkan pada
multitester
3. jika multitetester
menunjukkan nilai yang
sangat besar sekali,
kemungkinan besar
resistor putus. Umunya
resistor putus pada
resistor daya tinggi
2-15W. Untuk
memastikan keakuratan
nilai resistor, resistor
yang terpasang di PCB
dapat anda copot
terlebih dahulu.
Jika terdapat
penyimpangan
pengukuran > 20 %,
sudah layaknya resistor
tersebut diganti dengan
yang baru.
Mengukur Kapasitor
Untuk mengukur
kapasitor, anda cukup
lakukan hal berikut :
1. Hubungkan kedua pin +
multitester ke anoda
kapasitor, dan pin – ke
katoda kapasitor
2. ubah dengan cepat
susunan pin multitester
tersebut, jika multitester
menunjukkan nilai
tertentu dan berubah
secara perlahan
(menurun), berarti
kapasitor berada dalam
keadaan bagus.
Mengukur Dioda
Untuk mengukur dioda
anda cukup
menghubungkan kedua
pin multitester dengan
kaki dioda tersebut jika
dibolak balik
menunjukkan nilai yang
berbeda maka dioda
dalam keadaan bagus,
jika dioda menunjukkan
nilai yang sangat besar
atau sangat kecil besar
kemungkinan dioda
putus atau short yang
harus segera diganti.
Mengukur Transistor
Untuk mengukur
transistor, cukup kita
pahami konsep mengenai
anoda dan katoda pada
dioda, jika transistor
yang diukur
menunjukkan nilai
perlawanan yang sangat
besar sekali, maka
transistor tersebut dapat
dianggap open/putus,
jika transistor
menunjukkan nilai yang
sangat kecil besar
kemungkiann transistor
short/jebol. Biasanya
yang dijadikan sumber
referensi ialah pin Basis,
dimana hasil pengukuran
antara pin Basis -
Collector atau Basis -
Emitor haruslah sama.
Anda juga dapat menguji
transistor standar
dengan melihat hFE yang
dipasang pada
multimeter digital, kalau
nilainya masih masuk
akal ( 100-500) maka tuh
transistor masih hidup.
Mengukur Transformator
Transformator berfungsi
mengubah besar
tegangan sumber listrik
menjadi tegangan yang
dinginkan. Contoh,
tegangan 220V AC dapat
diturunkan menjadi
hanya 15AC
menggunakan
transformator step
down. Tegangan yang
telah diturnkan ini
selanjutnya disearahkan
dan diratakan
menggunakan dioda dan
kapasitor. Untuk
mengecek apakah
transformator masih
berfungsi dengan baik,
anda ukur tegangan AC
di keluaran trafo
tersebut, jika besarannya
mendekati dengan yang
tertulis di badan trafo,
berarti trafo masih
bekerja dengan baik.
Berikut langkah singkat
tepat menjadi montir:
A. Montir Radio-Tape
Biasanya radio itu rusak
cuma masalah di power
supply atau kerusakan
beberapa IC, transistor
atau resistor doang.
Sedang tapenya paling
rusak di mekanik ama ic-
ic penting, lain dari itu
jarang, paling
potensiometer audionya
udah aus(bunyi kresek-
kresek bener kan J).
Nah langkahnya:
1. Cek power supplynya
dulu, fuse jebol gak,
keluaran trafo ada gak,
keluaranya dioda
penyearah ada gak,
kalau gak ada coba
komponen yang
berhubungan di ganti,
misal ganti fuse, trafo,
ganti dioda, ganti
regulator seperti 7812
atau lainnya.
2. Kalau udah bener trafo,
cek, keluaran radio/tape
ada gak, kalau gak ada,
coba cek keluaran dari
radio apakah ada
keluaran suara yang
kecil, dengan cara
menghunungkan input
spekaer ke output
rangkaian tersebut
(sebelum ke ampli),
kalau ada cek
ampifiernya paling ic /
transistor/resistornya
rusak. Cara ngecek ic
amplifiernya, tempelkan
jari di input ampli
tersebut, kalau bunyi
gemuruh dengung
berarti amplinya masih
bagus.
3. Kalau amplinya bagus,
tapi radionya mati suri,
segera cek rangkaian
receivernya, coba cek ic
receivernya, biasanya
tipe LA untuk FM dan
MW, coba aja ganti,
makannya anda harus
punya stok ic standar
FM/MW, kalau diganti
gak ngaruh, coba ke
penguat menengahnya
mana tau ada yang rusak
hingga ke keluaran
rangkaian untuk masuk
ke bagian input
amplifier. Kalau radio
MW, puter puter tuh spul
yang berwarna merah
kuning hijau dilangit
yang biru, mana tau ada
penguatan sinyal.
Mungkin juga ada
resistor atau kapasitor
yang berubah nilainya
atau kering, atau ada
transistor yang rusak.
Koleksi aja berbagai tipe
transistor gak mahal
kok, paling C945, atau
9013/9014 yah seperti
tipe itulah.
4. Kalau tape, bersihkan
dulu roda, pastikan
karentnya masih bagus,
biasanya mekaniknya
ngadat berdebu, kalau
memang harus diganti,
ganti aja, banyak kok
mekanik tape dijual,
kalau headnya udah
jelek, ganti aja, biar
suaranya mendesah lagi.
5. Kalau anda ada radio
tape yang bisa dikerjain,
coba aja, diukur
tegangan masing masing
kompoen pada saat
masih bagus, lalu anda
rusakin komponennya/
dicopot(misal IC, atau
transistor atau dioda),
lalu anda ukur dan amati
kerusakan, jadi belajar
dari hasil pengamatan.
B. Montir TV
1. Sama dimana-mana,
kalau mau cek barang,
cek dulu power
supplynya, apakah masih
hidup atau udah mati,
mudah-mudahan mati,
jadi memperbaikinya
gampang J, terus dapat
duitnya cepet.
2. Hubung singkatkan
terminal + dan –
kapasitor catudaya
(biasanya berbentuk
tabung dengan ukuran
paling besar diantara
kapasitor lainnya dengan
ukuran >=150uF
uF /400V. Ini akan
menyebakan sedikit
letupan yang
mengejutkan. JIka anda
tidak berani, maka
hubung singkatkan
menggunakan resistor
100 ohm/5 W. Maka
letupan tsb tidak akan
terdengar.
Resistor 100 ohm/5W
Menghubung singkatkan
kapasitor
3. Jika telah
dihubungsingkatkan,
maka anda lebih aman
didalam memegang
komponen monitor
(bukan flyback seperti
stetoskop). LIhat apakah
ada komponen yang
hangus seperti
dioda,resistor,
transistor, kapasitor
yang meletus dsb. Jika
ada segera ganti dengan
yang baru.
4. Ukur komponen –
komponen penting
seperti transistor daya,
resistor %W (berwarna
putih biasanya) serta
kapasitor, apakah ada
yang rusak, jika ada
segera ganti.
5. Hidupkan monitor, jika
ternyata tiba-tiba listrik
rumah turun (konslet),
berarti terjadi short
pada rangkaian dioda/
transistor/kapasitor atau
komponen penting
lainnya seperti flyback.
Temukan kerusakannya
lalu segera ganti
6. JIka monitor tidak ada
masalah, coba ukur
apakah ada tegangan di
input catu daya sebesar
220 V, periksa apakah
sekering putus atau
tidak. Jika tidak, coba
ukur tegangan di output
catu daya, apakah ada
tegangan yang normal.
Biasanya sering terjadi
dioda penyearah yang
putus atau short.
Contohnya MOSFET
2SK727, dioda bridge 4
kali dan dioda BY 52/56.
7. JIka keluaran catu daya
normal, periksa bagian
berikutnya, yaitu bagian
penguat video dan
penguat vertical.
Biasanya jika gambar
hanya garis lurus saja
atau padam, terjadi
perusakan pada IC
vertical seperti TDA 1170.
8. Jika semua normal,
tetapi tidak ada
tampilan di monitor, cek
tegangan di transistor
flyback seperti C4769,
biasanya jebol atau
short. Pada monitor
tertentu ditandakan
dengan bunyi tertentu.
9. Jika gambar tampil,
namu warna tidak
normal, besar
kemungkinan penguat
RGB yang menggunakan
transistor jebol, dapat
anda ganti dengan yang
baru. Jika gambar tidak
tampil, dapat dicurigai IC
RGB seperti LM 1203N
rusak.
10. Jika monitor hidup
normal, namun dalam
beberapa menit
kemudian mati perlahan,
coba ganti kapasitor
tegangan tinggi dengan
ukuran sekitar 100uF
-1N /2KV yang berada
disekitar flyback.
11. Untuk membuat gambar
lebih fokus, putar fokus
di flyback, jika ingin
memperkuat .
12. Kalau anda ingin praktek
langsung, coba beli tv
Cina yang murah yang
harganya 500rb, diukur
tegangan komponennya,
lalu coba rusakkan/copot
komponennya dan amati
tegangannya dan efek
dari rusaknya komponen
tsb.
13. IC –IC keluaran SONY
dan TOSHIBA banyak
stoknya, pesan aja ke
saya. Kalau TV /Monitor
Anda merek LG atau
SAMSUNG atau AKARI
atau selevel itulah,
banyak IC-Icnya di toko,
ic kelas menengah gak
mahal. Koleksilah IC tipe
LM, TDA, atau LA.
C. Montir VCD/DVD
1. Trafo VCD biasanya
murahan, so cek dulu
power supplynya masih
bagus gak.
2. Gak banyak yang bisa
dikutak katik di VCD/
DVD. VCD/DVD itu
paling biasa sensor
optiknya udah kotor
sehingga susah baca cd
Anda, pertama pastikan
anda bersihkan dengan
bahan yang lembut
seperti kapas, jangan
sampai tergores, kasih
cairan seperti alkohol
bolehlah.
3. Kalau masih kagak
detect juga, coba putar
potensio di deket optic
tsb, kalau gak mau juga,
kayaknya tuh optic harus
diganti, mending anda
cari aja sensornya, gak
mahal kok, harganya gak
jauh beda dengan 1 buah
vcd player.
4. Kalau Anda cek ternyata
MPEGNya yang rusak,
anda ada peluang
mengganti mpeg baru,
coba aja cari, di glodok
banyak.
Inga’ Inga’ ! Hanya
dengan praktek langsung
dan memperbanyak
pengalaman Anda akan
menjadi mahir
elektronika.
situs saya, pada tutorial
ini, saya ingin membuka
wawasan Anda bahwa
jika Anda tertarik untuk
menjadi montir,
sangatlah mudah, jika
Anda berminat untuk
mengisi waktu kosong
atau memberdayakan
generasi muda yang
sedang “nganggur” di
lingkungan Anda.”
Yang dibutuhkan untuk
menjadi montir tidak
terlalu mahal, yaitu:
Solder kualitas baik,
kalau bisa yang
berbentuk tembakan dan
tatakannya
Penyedot timah kualitas
baik,biasanya yang
panjang
Timah solder kualitas
baik, misal merek
pancing
Multitester analog/
digital
Beberapa buku
elektronika dasar dan
digital/reparasi
Komponen-komponen
utama seperti resistor
1/4W hingga 10W,
kapasitor tegangan
tinggi, transistor
penguat standar buat
monitor/TV, IC-IC
amplifier, transistor
standar. Kalau ada dana
lebih, anda koleksi
komponen total sekitar 1
jt juga ok, buat stok.
Kesabaran dan hoby.
Daripada Anda bawa ke
tukang montir bayar
75-300rb, mending anda
coba perbaiki sendiri
dulu, bener gak Coy.
PRINSIP MEMPERBAIKI
PERANGKAT
ELEKTRONIKA
1. Mencari tahu kerusakan
pada fuse/catu daya,
transistor, resistor, ic
atau kapasitor dengan
cara mengukurnya
2. Mengganti komponen
yang rusak tersebut.
3. Mentuning/mengetes
atau mengoptimalkan
hasil (misal memutar
trimpot, fokus pada
flyback dll)
MENGUKUR komponen
Untuk mengukur nilai
resistansi resistor :
1. Tempelkan 2 buah pin
multitester ke kedua
kaki resistor, baik yang
belum disolder di PCB
ataupun yang telah
disolder di PCB.
2. lihat nilai yang
ditunjukkan pada
multitester
3. jika multitetester
menunjukkan nilai yang
sangat besar sekali,
kemungkinan besar
resistor putus. Umunya
resistor putus pada
resistor daya tinggi
2-15W. Untuk
memastikan keakuratan
nilai resistor, resistor
yang terpasang di PCB
dapat anda copot
terlebih dahulu.
Jika terdapat
penyimpangan
pengukuran > 20 %,
sudah layaknya resistor
tersebut diganti dengan
yang baru.
Mengukur Kapasitor
Untuk mengukur
kapasitor, anda cukup
lakukan hal berikut :
1. Hubungkan kedua pin +
multitester ke anoda
kapasitor, dan pin – ke
katoda kapasitor
2. ubah dengan cepat
susunan pin multitester
tersebut, jika multitester
menunjukkan nilai
tertentu dan berubah
secara perlahan
(menurun), berarti
kapasitor berada dalam
keadaan bagus.
Mengukur Dioda
Untuk mengukur dioda
anda cukup
menghubungkan kedua
pin multitester dengan
kaki dioda tersebut jika
dibolak balik
menunjukkan nilai yang
berbeda maka dioda
dalam keadaan bagus,
jika dioda menunjukkan
nilai yang sangat besar
atau sangat kecil besar
kemungkinan dioda
putus atau short yang
harus segera diganti.
Mengukur Transistor
Untuk mengukur
transistor, cukup kita
pahami konsep mengenai
anoda dan katoda pada
dioda, jika transistor
yang diukur
menunjukkan nilai
perlawanan yang sangat
besar sekali, maka
transistor tersebut dapat
dianggap open/putus,
jika transistor
menunjukkan nilai yang
sangat kecil besar
kemungkiann transistor
short/jebol. Biasanya
yang dijadikan sumber
referensi ialah pin Basis,
dimana hasil pengukuran
antara pin Basis -
Collector atau Basis -
Emitor haruslah sama.
Anda juga dapat menguji
transistor standar
dengan melihat hFE yang
dipasang pada
multimeter digital, kalau
nilainya masih masuk
akal ( 100-500) maka tuh
transistor masih hidup.
Mengukur Transformator
Transformator berfungsi
mengubah besar
tegangan sumber listrik
menjadi tegangan yang
dinginkan. Contoh,
tegangan 220V AC dapat
diturunkan menjadi
hanya 15AC
menggunakan
transformator step
down. Tegangan yang
telah diturnkan ini
selanjutnya disearahkan
dan diratakan
menggunakan dioda dan
kapasitor. Untuk
mengecek apakah
transformator masih
berfungsi dengan baik,
anda ukur tegangan AC
di keluaran trafo
tersebut, jika besarannya
mendekati dengan yang
tertulis di badan trafo,
berarti trafo masih
bekerja dengan baik.
Berikut langkah singkat
tepat menjadi montir:
A. Montir Radio-Tape
Biasanya radio itu rusak
cuma masalah di power
supply atau kerusakan
beberapa IC, transistor
atau resistor doang.
Sedang tapenya paling
rusak di mekanik ama ic-
ic penting, lain dari itu
jarang, paling
potensiometer audionya
udah aus(bunyi kresek-
kresek bener kan J).
Nah langkahnya:
1. Cek power supplynya
dulu, fuse jebol gak,
keluaran trafo ada gak,
keluaranya dioda
penyearah ada gak,
kalau gak ada coba
komponen yang
berhubungan di ganti,
misal ganti fuse, trafo,
ganti dioda, ganti
regulator seperti 7812
atau lainnya.
2. Kalau udah bener trafo,
cek, keluaran radio/tape
ada gak, kalau gak ada,
coba cek keluaran dari
radio apakah ada
keluaran suara yang
kecil, dengan cara
menghunungkan input
spekaer ke output
rangkaian tersebut
(sebelum ke ampli),
kalau ada cek
ampifiernya paling ic /
transistor/resistornya
rusak. Cara ngecek ic
amplifiernya, tempelkan
jari di input ampli
tersebut, kalau bunyi
gemuruh dengung
berarti amplinya masih
bagus.
3. Kalau amplinya bagus,
tapi radionya mati suri,
segera cek rangkaian
receivernya, coba cek ic
receivernya, biasanya
tipe LA untuk FM dan
MW, coba aja ganti,
makannya anda harus
punya stok ic standar
FM/MW, kalau diganti
gak ngaruh, coba ke
penguat menengahnya
mana tau ada yang rusak
hingga ke keluaran
rangkaian untuk masuk
ke bagian input
amplifier. Kalau radio
MW, puter puter tuh spul
yang berwarna merah
kuning hijau dilangit
yang biru, mana tau ada
penguatan sinyal.
Mungkin juga ada
resistor atau kapasitor
yang berubah nilainya
atau kering, atau ada
transistor yang rusak.
Koleksi aja berbagai tipe
transistor gak mahal
kok, paling C945, atau
9013/9014 yah seperti
tipe itulah.
4. Kalau tape, bersihkan
dulu roda, pastikan
karentnya masih bagus,
biasanya mekaniknya
ngadat berdebu, kalau
memang harus diganti,
ganti aja, banyak kok
mekanik tape dijual,
kalau headnya udah
jelek, ganti aja, biar
suaranya mendesah lagi.
5. Kalau anda ada radio
tape yang bisa dikerjain,
coba aja, diukur
tegangan masing masing
kompoen pada saat
masih bagus, lalu anda
rusakin komponennya/
dicopot(misal IC, atau
transistor atau dioda),
lalu anda ukur dan amati
kerusakan, jadi belajar
dari hasil pengamatan.
B. Montir TV
1. Sama dimana-mana,
kalau mau cek barang,
cek dulu power
supplynya, apakah masih
hidup atau udah mati,
mudah-mudahan mati,
jadi memperbaikinya
gampang J, terus dapat
duitnya cepet.
2. Hubung singkatkan
terminal + dan –
kapasitor catudaya
(biasanya berbentuk
tabung dengan ukuran
paling besar diantara
kapasitor lainnya dengan
ukuran >=150uF
uF /400V. Ini akan
menyebakan sedikit
letupan yang
mengejutkan. JIka anda
tidak berani, maka
hubung singkatkan
menggunakan resistor
100 ohm/5 W. Maka
letupan tsb tidak akan
terdengar.
Resistor 100 ohm/5W
Menghubung singkatkan
kapasitor
3. Jika telah
dihubungsingkatkan,
maka anda lebih aman
didalam memegang
komponen monitor
(bukan flyback seperti
stetoskop). LIhat apakah
ada komponen yang
hangus seperti
dioda,resistor,
transistor, kapasitor
yang meletus dsb. Jika
ada segera ganti dengan
yang baru.
4. Ukur komponen –
komponen penting
seperti transistor daya,
resistor %W (berwarna
putih biasanya) serta
kapasitor, apakah ada
yang rusak, jika ada
segera ganti.
5. Hidupkan monitor, jika
ternyata tiba-tiba listrik
rumah turun (konslet),
berarti terjadi short
pada rangkaian dioda/
transistor/kapasitor atau
komponen penting
lainnya seperti flyback.
Temukan kerusakannya
lalu segera ganti
6. JIka monitor tidak ada
masalah, coba ukur
apakah ada tegangan di
input catu daya sebesar
220 V, periksa apakah
sekering putus atau
tidak. Jika tidak, coba
ukur tegangan di output
catu daya, apakah ada
tegangan yang normal.
Biasanya sering terjadi
dioda penyearah yang
putus atau short.
Contohnya MOSFET
2SK727, dioda bridge 4
kali dan dioda BY 52/56.
7. JIka keluaran catu daya
normal, periksa bagian
berikutnya, yaitu bagian
penguat video dan
penguat vertical.
Biasanya jika gambar
hanya garis lurus saja
atau padam, terjadi
perusakan pada IC
vertical seperti TDA 1170.
8. Jika semua normal,
tetapi tidak ada
tampilan di monitor, cek
tegangan di transistor
flyback seperti C4769,
biasanya jebol atau
short. Pada monitor
tertentu ditandakan
dengan bunyi tertentu.
9. Jika gambar tampil,
namu warna tidak
normal, besar
kemungkinan penguat
RGB yang menggunakan
transistor jebol, dapat
anda ganti dengan yang
baru. Jika gambar tidak
tampil, dapat dicurigai IC
RGB seperti LM 1203N
rusak.
10. Jika monitor hidup
normal, namun dalam
beberapa menit
kemudian mati perlahan,
coba ganti kapasitor
tegangan tinggi dengan
ukuran sekitar 100uF
-1N /2KV yang berada
disekitar flyback.
11. Untuk membuat gambar
lebih fokus, putar fokus
di flyback, jika ingin
memperkuat .
12. Kalau anda ingin praktek
langsung, coba beli tv
Cina yang murah yang
harganya 500rb, diukur
tegangan komponennya,
lalu coba rusakkan/copot
komponennya dan amati
tegangannya dan efek
dari rusaknya komponen
tsb.
13. IC –IC keluaran SONY
dan TOSHIBA banyak
stoknya, pesan aja ke
saya. Kalau TV /Monitor
Anda merek LG atau
SAMSUNG atau AKARI
atau selevel itulah,
banyak IC-Icnya di toko,
ic kelas menengah gak
mahal. Koleksilah IC tipe
LM, TDA, atau LA.
C. Montir VCD/DVD
1. Trafo VCD biasanya
murahan, so cek dulu
power supplynya masih
bagus gak.
2. Gak banyak yang bisa
dikutak katik di VCD/
DVD. VCD/DVD itu
paling biasa sensor
optiknya udah kotor
sehingga susah baca cd
Anda, pertama pastikan
anda bersihkan dengan
bahan yang lembut
seperti kapas, jangan
sampai tergores, kasih
cairan seperti alkohol
bolehlah.
3. Kalau masih kagak
detect juga, coba putar
potensio di deket optic
tsb, kalau gak mau juga,
kayaknya tuh optic harus
diganti, mending anda
cari aja sensornya, gak
mahal kok, harganya gak
jauh beda dengan 1 buah
vcd player.
4. Kalau Anda cek ternyata
MPEGNya yang rusak,
anda ada peluang
mengganti mpeg baru,
coba aja cari, di glodok
banyak.
Inga’ Inga’ ! Hanya
dengan praktek langsung
dan memperbanyak
pengalaman Anda akan
menjadi mahir
elektronika.
Subscribe to:
Posts (Atom)